Friday, 28 August 2009

Nice to Meet You

oaaa...akhirnya...hari itu datang juga dan diriku telah melewatinya. Apakah aku gagal ? Yap, saya gagal menjalankan peran sebagai auditor di perusahaan saya. Mengapa ? karena saya harus melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Marah ? kepada siapa ? orang tua saya yang telah dan mau membiayai pendidikan saya lebih tinggi ? atau kepada atasan saya ? yang tidak mau lebih toleran ? st..st...saya tidak mengambil pilihan marah, karena saya teringat oleh seseoarang yang berkata bahwa orang yang bijaksana tetap dapat melihat secercah senyum dibalik tangisannya. Sedih tentu saja karena di perusahaan itulah, saya mendapatkan banyak hal-hal yang baru.
Saya cukup berterima kasih dengan perusahaan saya ini. Perusahaan yang mau menerima saya menjadi seorang auditor padahal saya lulusan seorang manajemen. Perusahaan ini telah menginjinkan saya untuk mencicipi arti sebuah pendapatan, arti sebuah dipotong gaji dan terutama itu juga, perusahaan ini teah mengijinkan saya untuk menikmati sebuah kenyamanan sekaligus ketidaknyamanan. Kenyamanan seperti apa ? seperti teman-teman kantor yang begitu kompaknya dan begitu luar biasanya, kemudian dinamika masak bersama di hari sabtu, belum lagi acara keliling pada waktu libur, mungkin satu yang belum kewujud, ke Singapura bersama-sama.hahaha...ketidaknyamanan apa yang diberikan perusahaan saya ? ketidaknyamanan harus stock opname di Gudang bahan baku yang bau sekali. haha...dan terutama ketidaknyamanan untuk keluar dari perusahaan ini sendiri.. sungguh suatu hal yang amat berat ketika melepaskan kenyamananan yang biasa saya sandang setiap harinya dan mencoba keluar mencari ketidaknyamnanan.
Apakah itu adalah pilihan yang salah ? salah dan tidaknya sebuah pilihan, seorang manusia tidak dapat menjawabnya sebelum membuktikannya, jadi saya pun akan membuktikan keputusan saya untuk keluar dari perusahaan saya, apakah itu benar atau salah ? jadi saya akan mencobanya dan membuktikannya di esok harinya...
saya jadi teringat dengan cerita seorang samurai yang akan bunuh diri ketika gagal dalam pertempurannya. cerita samurai itu sekilas mirip dengan keadaan saya di perusahaan ini. karena di satu waktu saya telah gagal menjalankan peran menjadi seorang auditor dan di sisi waktu yang lain saya akan dipindah bagian. Bagi saya pribadi, itu adalah pilihan berat, kalau sudah gagal yang harus berhenti. yap, inilah prinsip hidup seorang samurai dalam diri saya. hahaha...sulit kalau sudah berhubungan dengan prinsip yang dianut oleh seseorang ya?
Apapun hari esok, pasti akan memberikan suatu hal yang lebih hebat dari hari ini. saya akan mencoba yang terbaik kembali, di lain kesempatan yang esok hari datang kepada saya, kalau tidak datang ? saya akan membuat kesempatan itu timbul.
saya tahu, saya tidak sendiri,
saya tahu, Dia mengetahui bahwa saya akan mengalami hari ini
saya tahu, Dia telah menyiapkan saya untuk menghadapi hari ini
saya tahu, Dia mengetahui bahwa saya akan membutuhkan ladang yang baru
Saya tahu, Dia telah menyiapkan banyak hal yang baru setelah hari ini terlewatkan.
saya tahu, saya bukan hanya menghibur saya sendiri, tapi inilah Iman kepada sang Pencipta, bahwa Dia akan memberikan yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Sekali lagi Terima kasih kepada atasan saya..mungkin lewat Blog saya mau menyampaikan sesuatu, your smile like Monalisa, your smile so kind for me.
Sukses ya Bu...
Thanks for Erela Group..
very nice join with your Group...


Readmore »»

Wednesday, 26 August 2009

17 Agustus 2009

Tak terasa sudah berlalu ulang tahun Negara Indonesia ke 64 pada tanggal 17 Agustus yang lalu. Berbagai acara telah dilakukan untuk memeriahkan ulang tahun Negara kita ini, Indonesia. Namun apakah acara memeriahkan itu hanya sebatas pada waktu HUT saja ? apakah tidak ada acara-acara lainnya yang diadakan untuk menunjang kemerdekaan yang telah kita nikmati selama 64 tahun ini benar-benar dirasakan oleh segala lapisan masyarakat ?
Saya terkadang merasa miris melihat negara saya ini. Sudah merdeka namun kog masih belum lepas dari yang namanya kemiskinan. Juga tidak habis pikir, setiap pejabat pemerintahan menggunakan mobil mewah yang tahun pembuataannya selalu baru. Padahal masih banyak warga negara yang belum menikmati kehidupan sewajarnya. Bagaimana ini ? apakah ini perwujudtan dari, untuk, oleh rakyat ?
Merdeka adalah benar-benar bebas. Maka dari itu, dituntut suatu usaha yang tidak kecil untuk mencapai suatu kemerdekaan yang sesungguhnya. Mari kita terus berjuang memerdekaan negara ini, sesungguhnya para pejuang kemerdekaan telah berjuang untuk mendapatkan negara ini, seterusnya adalah kewajiban kita untuk mendapatkan kemerdekaan yang menyentuh setiap hati para warga negaranya...


Readmore »»

Monday, 17 August 2009

MERDEKA BUNG...!!!!!!!!!!!!!!!!!


Readmore »»

Sunday, 9 August 2009



Readmore »»

Terbengkalai

Rasanya blog ini, sudah lama terbengkalai..posting yang terakhir adalah 19 June 2009 yang lalu. Meski blog ini terbengkalai, namun tetap saja ada yang membaca, tetap saja page rank ada di level 2 (dulu sempat 3), namun tetap saja tidak ada yang memberi komentar...rasanya ada kerinduan kembali, untuk berkiprah menjadi penulis via blogger lagi..hahaha..tapi akankah keinginan tersebut tetap bertahan didalam aktifitas padatku ?...
Kembali masalah terbengkalai, Kata Terbengkalai berarti tidak diurus, dibiarkan saja. ternyata setelah jujur pada diri sendiri, terbengkalai tidak hanya untuk blog ini namun juga dengan urusan saya dengan Yang Maha Kuasa. karena terlalu padat acara duniawi, saya menjadi lupa atau lebih tepatnya mengorbankan urusan saya denganNya. alasannya cukup simpel, "belum sempat" namun kalau mau berpikir lebih jauh ke belakan dan kedepan, alasan tersebut sepertinya tidak berubah, meski tidak ada acara duniawi yang terjadwal tetap saja alasan "belum sempat" muncul.


Sampai kapan terbengkalai karena "belum sempat" menunggu ? apakah nanti sesudah ajal memanggil diri saya, maka saya akan ingat kembali kepada Yang Maha Kuasa ? terlambat ? mungkin iya..mungkin tidak. saya tidak paham sendiri...namun yang mengusik hati saat ini adalah mengapa tidak mencoba memasukkan jadwal urusan denganNya dalam list jadwal duniawi ? bukankah itu lebih bijak ?
Seperti urusan blog, saya menjadi rindu karena sudah lama terbengkalai, saat ini pun saya juga rindu kepadaNya karena sudah lama sekali hubungan kami terbengkalai..mungkin sudah saatnya memperbaiki apa yang terbengkalai dalam hidup ini...bagaimana dengan saudara? apakah saudara juga memiliki sesuatu yang terbengkalai ?

salam hangat

Readmore »»