sambutlah hari baru seperti anak kecil yang selalu menunggu hari esok dengan tak sabar. mengapa ? karena dia ingin bermain kembali....
Tuesday, 28 April 2009
Sunday, 12 April 2009
Cinta itu bagaikan butiran pasir yang berada di tangan kita. jikalau kita mengenggam terlalu kuat maka butiran pasir tersebut akan berceceran di bawah, namun jika kita memegangnya dengan tangan terbuka maka pasir tersebut akan senantiasa berada dalam tempatnya.....
Maknanya adalah mencintai "sesuatu" dengan keras sama saja membuka pintu kehilangan semakin lebar. Dengan menjaganya terlalu keras, maka hal itu sama saja akan membuat pasangan kita justru membuatnya tidak nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.
"Sesuatu" yang kita miliki itu semuanya hanyalah pinjaman dari Tuhan dan pada waktunya itu semua akan dimintaNya kembali. entah itu suami, istri, orang tua, anak, dan barang-barang yang ada pada kita sekarang ini....
Mencintai itu berarti membuka pintu hati kita akan setiap hal yang dilakukan kepada kita. Jagalah "sesuatu" itu dengan tangan terbuka bukan dengan tangan menggenggam kuat.....
ketika hidup ini penuh dengan masalah, bukan memperbaiki apa yang telah kita lakukan melainkan perbaikilah hubungan kita dengan Sang Pencipta
Makna Terpendam dari Sebuah Air
Siang yang panas, membuat diri ini tak dapat memejamkan mata untuk istirahat siang. Namun keadaan itu segera berubah ketika ada seorang teman yang datang mengunjugi saya. Awalnya kami hanya berbicara seputar topic Hari Paskah, dari bagaimana cara memaknainya sampai apa yang terjadi saat Paskah yang sesungguhnya terjadi. Kadang gelak tawa memenuhi ruangan tempat kami bertemu namun muka serius pun juga terkadang hadir dalam raut muka masing-masing.
Sejenak kami menikmati segelas minuman dingin. Dan tentu saja, hal itu sangatlah nikmat sekali karena suasana panas yang menyengat. Tanpa komando, teman tersebut pun berbicara tentang kehidupannya. Dari yang menyenangkan sampai menyedihkan, diri ini hanya mengangguk-angguk saja tanpa berkomentar apapun. Kemudian dia bertanya kepada diri ini, ”Bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang tidak memiliki harapan ?”
Saat itu dia hanya bertanya dan bertanya, apa yang harus aku lakukan? Namun dia tak kunjung mendapat jawabannya. Dia berusaha untuk memperbaiki segala kesalahan yang pernah diperbuatnya namun dia malah bertemu dengan segudang masalah yang lebih berat dari sebelumnya. Akhirnya dia pun jatuh sakit.....dan dalam keadaannya yang sudah lemas, dia pun mengalami sejumlah jawaban atas pertanyaannya dalam kehidupan yang telah dilaluinya...
AIR....hanya itulah jawaban untuk segala pertanyaannya. Diri ini segera bertanya buru-buru, ”AIR ? ada apa dengan air ?” Dia pun kembali meneruskan ceritanya seolah-olah dia mengerti pertanyaan tersebut akan diutarakan kepadanya. Air selalu bergerak dari tempat tinggi ke rendah yang berarti segala kehidupan ini sudah ada tujuannya, dan tidak mungkin kita dapat mengulang segala kejadian dalam hidup ini, terimalah hal itu sebagai bagian dari proses kesuksesan. Air selalu berbentuk seperti wadahnya dan dia tetap memiliki volum yang sama meski wadahnya berbeda dan hal itu berarti hiduplah fleksibel dalam segala hal, terlalu keras dalam menghadapi hidup ini sama saja kita membunuh diri ini secara perlahan. Memiliki volum yang sama walaupun berbeda bentuk, itu berarti selalu dapat menyesuaikan diri dimanapun berada namun tetap memiliki identitas atau prinsip yang selalu dipegangnya. Jadi ikutlah selalu kemana air akan mengalir, tetaplah berusaha mengalir dan berharapan karena suatu saat kita akan mencapai tujuan hidup yang sebenarnya.
Cobalah para pembaca budiman untuk mengamati dan merenungkan filosofi air dalam kehidupan sehari-hari. Niscaya dapat membuat hidup kita lebih bergairah kembali
Salam hangat
Friday, 3 April 2009
ingatlah selalu bahwa diatas langit selalu ada langit yang lebih tinggi, begitu pula dengan dalam nya tanah selalu ada yang lebih dalam lagi. Jadi janganlah takabur dengan kehebatan atau kemampuan yang kita miliki sekarang ini, karena diluar sana masih banyak orang yang lebih hebat daripada kita....
berhenti sombong dan mulailah untuk rendah hati







