Wednesday, 28 January 2009

Penggenapan Janji-Nya

Luar biasa sekali hari ini. Benar-benar membuat kepala tergeleng-geleng bukan karena mabuk namun karena takjub akan karyaNya yang begitu hebat sekali dan diluar nalar manusia. Meskipun masih sebatas hari ini dan menyimpulkan atas kejadian hari ini, boleh lah saya mengambil sebuah perumpamaan sebuah gelas cantik. Perumpamaan ini dapat Anda temukan di blog atau website yang lain, secara garis besarnya saja bahwa sebuah gelas yang cantik hanyalah berasal dari seonggok tanah liat yang tak berguna yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah gelas yang cantik, selama pengolahan tersebut dari pembentukan sampai pewarnaan tentunya tanah liat tersebut merasakan penderitaan yang terus berlanjut dan semuanya menjadi sirna tatkala melihat tubuhnya menjad sebuah gelas yang cantik. Nah, perumpamaan ini benar-benar terjadi dalam kehidupan saya, saya merasakan sebuah penderitaan yang tiada kunjung akhir dari yang awalnya mendapat cercaan sampai dibuangnya naskah-naskah saya. Sakit memang namun itu semua menjadi sirna tatkala melihat penggenapan janjiNYa dihadapan ku.

Bukan suatu kesombongan saya menulis hal ini, namun saya ingin membuktikan kepada saudara-saudara bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji dan Dia akan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya.
Hari ini saya merasakan sebuah pengakuan yang luar biasa hebar dari rekan-rekan tempat ibadat saya, bahwa mereka merasakan sebuah sentuhan hati tatkala membaca tulisan saya yang terpampang di tempat ibadat setiap minggunya. Saya tidak mengenal mereka namun mereka mengeliping atau mengumpulkan tulisan saya yang mungkin boleh dibilang sederhana. Saya hanyalah seorang manusia biasa yang masih belajar untuk mencapai kesempurnaan dan saya bukanlah seorang yang ahli dalam keagamaan, namun Tuhan berkarya dalam diri saya yang sebagaimana mestinya tidak. maksudnya adalah karya Tuhan ini tidak berhubungan dengan apa yang saya pelajari di dunia perkulihaan dan saya bukan orang yang aktif ditempat ibadat. Yang anehnya lagi, tulisan-tulisan tersebut menyentuh hati orang-orang yang usianya jauh diatas ku. Dan saya berani taruhan bahwa mereka kaget melihat tampang saya yang celelekan
Tidak ada yang tidak mungkin namun itulah karyaNya yang tidak mungkin terselami dengan pemikiran manusia. begitu juga dengan hari ini, dari seorang yang narsis, yang suka berpoto-poto sendiri dengan handphone kini menjadi seorang yang dipoto oleh orang lain memang sih hanya satu dua saja, namun itulah perubahan hidup yang saya rasakan bersama Tuhan. Saya hanya bisa bersyukur kepadaNya karena Beliau bekarya dalam diri saya yang hina ini.
Kalo boleh jujur, semua tulisan saya adalah murni karyaNya, karena saya tak mungkin sanggup untuk menerjemahkan sebuah kitab kedalam kehidupan nyata yang dimana background pendidikan saya adalah ekonomi. Sungguh Tuhan itu baik karena dari karyaNya kita mendapatkan sebuah pengakuan yang tidak disangka2.
JIka melihat kebelakang, saya merasakan bahwa saya hanyalah seonggok tanah liat yang tak berguna dan karena belas kasihNya, saya pun mulai diubah menjadi sebuah gelas yang cantik. namun konsekuensinya saya merasakan penderitaan yang selalu kunjung dalam kehidupan saya. Mulai dari dicerca teman akrab sendiri, tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, tidak ada yang membaca tulisan saya, sampai dibuangnya naskah-naskah saya. Untuk kasus dibuangnya naskah-naskah saya terjadi karena adanya faktor ketidaksengajaan namun melalui hal itulah saya merasa down. Itu semua terjadi karena Tuhan ingin memproses kehidupan yang hina, mengubah yang tidak berguna menjadi agen-NYa.
Semoga para pembaca sekalian dapat melihat segi positif dari masalah yang datang dalam kehidupan Anda. saya yakin itu semua akan bertujuan yang baik. Tuhan akan selalu menyertai kita semua dan selalu memberikan rancangan yang terbaik bagi kita. Jadi teruslah untuk berjalan maju kedepan, pantang menyerah dan selalu mau mencoba setiap saat, karena suatu saat janji-Nya akan digenapkan atas dirimu.

salam hangat

Readmore »»

Monday, 26 January 2009

Gong Xie Fa Cai

Saya mengucapkan selamat tahun baru imlek 2560 bagi saudara-saudara yang merayakannya. Semoga di tahun kebo (kerbau)ini, kita bisa mengurangi
kebo-hongan
kebo-rosan
kebo-bolan
kebo-brokan
kebo-dohan dan kebo-kebo yang lain,tapi bolehlah kita meningkatkan kebolehan kita untuk sesama dan Tuhan. anyway....GOng Xie Fa Cai ya semoga keberuntungan selalu menyertai kita semua..thanks alot for our country Indonesia...
hahhaa....

salam hangat


Readmore »»

Friday, 23 January 2009

Maukah Anda Menjadi Seekor Anjing ?

Pagi itu, jam telah berdentang tujuh kali, yang menandakan saat itu adalah tepat pukul 7.00. Kontan saja saya berlari dan bersiap-siap secara kilat karena akan terlambat masuk kantor. Ketika sedang menuruni tangga rumah, tiba-tiba pandanganku beradu dengan tatapan anjing keluargaku. Mereka melihat diriku yang sedang terburu-buru, mungkin dalam benaknya mereka berpikir, “Kenapa majikanku terburu-buru ? Bukankah lebih enak tiduran padahal cuaca sedang mendung” namun saat itu pula diri saya yang sedang terburu-buru berpikir “Wah betapa enaknya anjingku, hanya jalan-jalan dan tiduran saja, makanan selalu siap dengan sendirinya tanpa pernah berusaha, tidak perlu mencari uang untuk masa depan, tidak memikirkan anak-anak yang dilahirkan, biaya rumah dsb”. Namun pemikiran tersebut berlari cepat menghilang seiring dengan larinya sang waktu di pagi hari yang cerah itu.
Lega rasanya karena setelah sampai dikantor ternyata waktu masih menunjukkan pukul 7.23. Bercanda dengan teman kantor menjadi menu sarapan jika jam kerja belum dimulai. Waktu yang tadinya berjalan dengan cepat kini berubah menjadi

selayaknya seekor siput, lambat sekali sehingga membuat pemikiran yang tadinya menghilang mulai merangkak naik untuk meminta jawaban yang pasti. Namun sebelum sempat dipikirkan, seolah-olah ada seorang yang berkata dalam hati saya bahwa menjadi manusia lebih enak karena mempunyai pilihan hidup yang lebih banyak daripada binatang. “Kenapa ? Bukankah semakin banyak pilihan semakin membingungkan ? “ sanggah sang otak kepada jawaban tersebut. Menjadi seorang manusia adalah sebuah kebanggaan tersendiri, karena mampu memperjuangkan apa yang menjadi keinginannya. Sebuah contoh saja, apakah seekor anjing dapat memakan yang diinginkan ? Tentu saja seekor anjing hanya dapat makanan yang disajikan oleh sang majikan bukan ? Apakah seekor anak anjing dapat mengatakan ingin bermain bola dengan manusia ? Tentu saja tidak bisa karena kebanyakan manusia tak dapat memahami bahasa binatang. Bukankah dengan semakin banyak pilihan membuat hidup seorang manusia lebih bermakna ? Bukankah lebih indah jika melihat ratusan “warna” dalam hidup kita daripada hanya melihat satu “warna” ?
Alasan lain kebanggaan menjadi manusia adalah dapat merasakan arti sebuah memberi dan diberi. Apakah seekor anjing akan berterima kasih atas apa yang diberikan kepadanya ? Apakah anjing pernah menjalani masa-masa pendekatan yang menegangkan sekaligus mengasikkan ? Tentu saja hanya manusia yang dapat merasakan hal tersebut. Jadi terimalah apa yang telah diberikan kepadamu, ambil selalu dari segi positif bahwa menjadi seorang manusia dapat berjuang untuk mewujudkan keinginannya, dan jangan melakukan pembandingan yang tidak pantas
Jawaban-jawaban tersebut menyadarkan saya bahwa pilihan menjadi seekor anjing adalah hal yang tidak bertanggung jawab, maka dari itu seolah-olah rasa syukur mengalir karena telah diciptakan menjadi seorang manusia yang berbudi pekerti. Dan lamunan tersebut buyar karena seorang rekan sekerja datang ke meja saya dengan file setumpuk yang tandanya saya harus kerja dengan keras. Ingat memperjuangkan dan mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita, itulah manusia

salam hangat

Readmore »»

Wednesday, 21 January 2009

Really Suck !

Pertanyaan terbesar dalam hidupku adalah mengapa saya bisa menginspirasi ribuan orang setiap bulannya namun saya tidak bisa menginspirasi keluargaku sendiri yang hanya berjumlah 6 orang ? sungguh suatu hal diluar perkiraanku. Aku bisa menulis segala hal tentang pernikahan, keluarga yang baik, bisnis yang sukses, Iman dan tawakal kepada Tuhan dll namun keluargaku sendiri tidak ada yang seperti saya tulis. Apakah aku seorang pembohong yang pandai menulis dan berbicara tanpa pernah bisa membuktikannya sendiri ? mungkin hanya Tuhan yang tahu keasliannya. namun jika Anda telah mengetahuinya mungkin popularitas saja yang berpengaruh, itu saja.
God, what happen with my life ? setiap kali pulang kerumah, selalu disambut dengan rasa yang dingin, bukan dengan kehangatan selayaknya sebuah keluarga. Hanya tatapan dingin dan raut muka yang cemberut yang menyambut kedatanganku. Hey, aku bukan gila hormat atau minta dipuji, tapi pleasee kalian orang tua yang seharusnya membuat anak-anaknya merasa betah dirumah, yang membuat setiap anaknya merasa dihargai dan disupport kan ?

Apakah hanya dengan uang saja, kalian menghargai anak-anaknya ? uang memang perlu, untuk jajan, untuk beli pulsa, untuk beli mainan, untuk nonton, untuk beli kado, dll tapi anak-anak juga butuh kasih sayang bukan ? butuh rasa diterima ! bukan sekedar dengan selembar Rp 100.000
Saat ini aku ingin berteriak kepada orang tua ku sendiri seperti ketika seminar. "AYO SADAR DONK" bukan dengan kekerasan kalian bisa membuat kami hormat namun dengan kasih sayang yang besar. Anak-anak hanya berbuat sesuai dengan contoh atau teladan yang diberikan oleh orang tuanya, darimana anak belajar merokok ? awalnya tentu dari orang tuanya. Darimana anak belajar berbohong ? orang tuanya sendiri. Darimana anak belajar memaki ? dari orang tuanya lagi.
Mengakui diri yang salah adalah suatu sikap dari orang tua yang sangat jarang sekali. mereka lebih memilih untuk menyalahkan orang lain atau hal lain daripada mengakui kesalahannya sendiri. MENGAPA KALIAN MENIKAH KALAU HANYALAH TANGIS, JERITAN, SENYUM PALSU, PERHATIAN SETENGAH-TENGAH, DIMANAKAH JANJI PERNIKAHAN KALIAN ? AKAN SETIA DALAM SUKA DAN DUKA, MENERIMA SEGALA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN DARI PASANGAN ? sungguh ironi sekali.
Apa yang salah dengan diriku ? dalam keluarga seperti ini seharusnya kalian berbangga dengan diriku karena saya tidak terjun dalam dunia gelap. Narkotika, rokok, gemerlap dunia malam, seks bebas sangat jauh dari pikiranku, namun kalian selalu membandingkan diriku dengan yang lain. kurang ini itu dan lain-lain yang pada intinya kalian tidak pernah berbangga dengan anaknya yang menjadi diri sendiri.
Keterbukaan diperlukan ? YA tapi bukan sepihak ! tapi harus dimulai dari orang tua, dan ingat sikap orang tua haruslah sebuah sikap bijaksana bukan sok sombong atau sok pengalaman karena lebih tua. SADAR DONK, JAMAN SUDAH BERUBAH, KALO DULU PACARAN PAKENYA TELPON, SEKARANG PACARAN PAKENYA UDAH CHATINGAN. orang tua harusnya mau menyadari hal itu dan mau berkonsultasi tentang hal-hal baru dalam kehidupan ini bukan dengan kekerasan untuk memertahankan pemikiranny sendiri.
Aku butuh kehangatan dalam keluargaku, aku bosan kedinginan. Sanggupkah kalian menghadirkan kembali ? Sanggupkah kalian menghadirkan suasana pesta pernikahan yang sempat kalian bangga-banggakan ? sanggupkah kalian untuk intropeksi atas kesalahan masing-masing ? berhentilah untuk menyalahkan orang lain. akuilah sekarang bahwa kalian berdua telah salah dalam menghadapi hidup ini.
For my parents, c`mon open your mind and look around of you, everything is change and always remember that the children are your treasury. keep it carefully with your heart not with your strength.

i love you







Readmore »»

Tuesday, 6 January 2009

Sehari Sesudahnya

Bunga yang indah, alunan musik yang merdu, dekorasi yang menawan hati membuat suasana pesta perkawinan yang saya hadiri menjadi romantis. Saat itu mata ini benar-benar terpesona dengan apa yang tersaji dalam pandangan, belum lagi dengan tamu-tamu undangan yang hadir, mereka semua begitu cantik-cantik (ya dunk, saya kan cow, hahahaha....) kemudian mempelai wanitanya benar-benar cantik sekali.. waow ini adalah acara perkawinan yang paling luar biasa yang pernah saya hadiri.
Prosesi penghormatan orang tua yang menjadi menu pesta perkawinan, saat itu benar-benar terasa begitu indahnya, membuat beberapa tamu yang hadir meneteskan air mata karena terharu. Tentunya orang tua mempelai sangatlah bahagia melihat anak-anak mereka bersatu untuk membina hubungan rumah tangga seperti yang mereka lakukan puluhan tahun lalu. Benar-benar moment yang benar-benar indah sekaligus mengharukan. Namun tiba-tiba terlintas sebuah bayangan tentang pernikahan diriku nantinya, apakah aku dapat membuat orangtuaku bahagia dengan pernikahan ku nantinya ? Apakah aku mampu menyajikan sebuah pesta pernikahan seperti yang sedang aku hadiri ? Pemikiran -pemikiran berjalan dan sampai pada kesimpulan bahwa semakin mewah pesta pernikahan yang saya sajikan maka semakin bangga pulalah keluargaku.

Tanpa aku sadari pertanyaan dan pemikiran tersebut menggelitik sang malaikat yang selalu menemaniku. Segera saja dia menjawab dengan tegas bahwa inti sebuah penikahan bukanlah saat acara pernikahan di gereja atau pesta pernikahannya namun sesuatu yang paling inti terjadi saat sehari sesudahnya dan hari-hari berikutnya. Pesta hanyalah suatu wujud rasa terima kasih sesaat untuk orang - orang sekitar namun acara yang sesungguhnya akan dimulai esok hari dimana saat bangun pagi melihat ada orang lain yang bukan keluarga tidur disamping kita. Orang tua akan sangat berbangga melihat anaknya hidup bahagia dengan pasangannya melebihi sebuah pesta pernikahan yang menghabiskan miliaran rupiah.
Pemikiran yang semula menjadi kesimpulan dari sebuah pesta pernikahan mulai sirna dan digantikan oleh sebuah pemikiran yang lebih bijak, dimana mewahnya pesta pernikahan tidak menjamin kebahagiaan atau keberhasilan dua insan yang bersatu dalam mengarungi samudra kehidupan yang luas. Bukan dengan uang semata dalam menjalani hidup ini namun menggunakan hati pula. Seseorang yang sangat dekat dengan saya pernah berkata bahwa kehidupan keluarga itu bagaikan sebuah perahu dimana keseimbangan sangatlah diperlukan. Perahu yang berat sebelah tentunya dapat berakibat tenggelamnya perahu itu sendiri. Beliau melanjutkan bahwa dalam kehidupan berkeluarga kita tidak dapat berfokus pada mencari uang terus menerus atau pun kita lebih fokus pada kebersamaan keluarga. Jikalau kita berfokus pada hal itu maka kita akan membiarkan perahu keluarga akan tenggelam. Uang memang perlu dalam kehidupan ini begitu pula keluarga, jadi belajar lah untuk menyeimbangkan kehidupan keluargamu.
Berusahalah untuk menyeimbangkan apa yang berlaku dalam kehidupan keluarga yang saudara bangun bersama, ketika suasana menjadi dingin, jadilah kopi hangat yang mau menemani dimalam yang dingin, ketika sebuah api bekorbar, pilihlah air untuk memadamkannya. Sulit memang jikalau dilakukan namun itulah konsekuensi yang harus saudara hadapi dalam kehidupan pernikahan. So semangat terus ya...jadilah seseorang yang tepat diwaktu dan tempat yang tepat

salam hangat


Readmore »»