Luar biasa sekali hari ini. Benar-benar membuat kepala tergeleng-geleng bukan karena mabuk namun karena takjub akan karyaNya yang begitu hebat sekali dan diluar nalar manusia. Meskipun masih sebatas hari ini dan menyimpulkan atas kejadian hari ini, boleh lah saya mengambil sebuah perumpamaan sebuah gelas cantik. Perumpamaan ini dapat Anda temukan di blog atau website yang lain, secara garis besarnya saja bahwa sebuah gelas yang cantik hanyalah berasal dari seonggok tanah liat yang tak berguna yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah gelas yang cantik, selama pengolahan tersebut dari pembentukan sampai pewarnaan tentunya tanah liat tersebut merasakan penderitaan yang terus berlanjut dan semuanya menjadi sirna tatkala melihat tubuhnya menjad sebuah gelas yang cantik. Nah, perumpamaan ini benar-benar terjadi dalam kehidupan saya, saya merasakan sebuah penderitaan yang tiada kunjung akhir dari yang awalnya mendapat cercaan sampai dibuangnya naskah-naskah saya. Sakit memang namun itu semua menjadi sirna tatkala melihat penggenapan janjiNYa dihadapan ku.
Hari ini saya merasakan sebuah pengakuan yang luar biasa hebar dari rekan-rekan tempat ibadat saya, bahwa mereka merasakan sebuah sentuhan hati tatkala membaca tulisan saya yang terpampang di tempat ibadat setiap minggunya. Saya tidak mengenal mereka namun mereka mengeliping atau mengumpulkan tulisan saya yang mungkin boleh dibilang sederhana. Saya hanyalah seorang manusia biasa yang masih belajar untuk mencapai kesempurnaan dan saya bukanlah seorang yang ahli dalam keagamaan, namun Tuhan berkarya dalam diri saya yang sebagaimana mestinya tidak. maksudnya adalah karya Tuhan ini tidak berhubungan dengan apa yang saya pelajari di dunia perkulihaan dan saya bukan orang yang aktif ditempat ibadat. Yang anehnya lagi, tulisan-tulisan tersebut menyentuh hati orang-orang yang usianya jauh diatas ku. Dan saya berani taruhan bahwa mereka kaget melihat tampang saya yang celelekan
Tidak ada yang tidak mungkin namun itulah karyaNya yang tidak mungkin terselami dengan pemikiran manusia. begitu juga dengan hari ini, dari seorang yang narsis, yang suka berpoto-poto sendiri dengan handphone kini menjadi seorang yang dipoto oleh orang lain memang sih hanya satu dua saja, namun itulah perubahan hidup yang saya rasakan bersama Tuhan. Saya hanya bisa bersyukur kepadaNya karena Beliau bekarya dalam diri saya yang hina ini.
Kalo boleh jujur, semua tulisan saya adalah murni karyaNya, karena saya tak mungkin sanggup untuk menerjemahkan sebuah kitab kedalam kehidupan nyata yang dimana background pendidikan saya adalah ekonomi. Sungguh Tuhan itu baik karena dari karyaNya kita mendapatkan sebuah pengakuan yang tidak disangka2.
JIka melihat kebelakang, saya merasakan bahwa saya hanyalah seonggok tanah liat yang tak berguna dan karena belas kasihNya, saya pun mulai diubah menjadi sebuah gelas yang cantik. namun konsekuensinya saya merasakan penderitaan yang selalu kunjung dalam kehidupan saya. Mulai dari dicerca teman akrab sendiri, tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, tidak ada yang membaca tulisan saya, sampai dibuangnya naskah-naskah saya. Untuk kasus dibuangnya naskah-naskah saya terjadi karena adanya faktor ketidaksengajaan namun melalui hal itulah saya merasa down. Itu semua terjadi karena Tuhan ingin memproses kehidupan yang hina, mengubah yang tidak berguna menjadi agen-NYa.
Semoga para pembaca sekalian dapat melihat segi positif dari masalah yang datang dalam kehidupan Anda. saya yakin itu semua akan bertujuan yang baik. Tuhan akan selalu menyertai kita semua dan selalu memberikan rancangan yang terbaik bagi kita. Jadi teruslah untuk berjalan maju kedepan, pantang menyerah dan selalu mau mencoba setiap saat, karena suatu saat janji-Nya akan digenapkan atas dirimu.
salam hangat







