Sunday, 12 April 2009

Makna Terpendam dari Sebuah Air

Siang yang panas, membuat diri ini tak dapat memejamkan mata untuk istirahat siang. Namun keadaan itu segera berubah ketika ada seorang teman yang datang mengunjugi saya. Awalnya kami hanya berbicara seputar topic Hari Paskah, dari bagaimana cara memaknainya sampai apa yang terjadi saat Paskah yang sesungguhnya terjadi. Kadang gelak tawa memenuhi ruangan tempat kami bertemu namun muka serius pun juga terkadang hadir dalam raut muka masing-masing.
Sejenak kami menikmati segelas minuman dingin. Dan tentu saja, hal itu sangatlah nikmat sekali karena suasana panas yang menyengat. Tanpa komando, teman tersebut pun berbicara tentang kehidupannya. Dari yang menyenangkan sampai menyedihkan, diri ini hanya mengangguk-angguk saja tanpa berkomentar apapun. Kemudian dia bertanya kepada diri ini, ”Bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang tidak memiliki harapan ?”

Diri ini hanya menjawab ”Sepertinya di dunia ini, tidak ada orang yang tidak memiliki harapan.” Kemudian teman terssebut menjelaskan kehidupannya untuk menjawab pertanyaannya sendiri. Dia bercerita bahwa awalnya dia memiliki banyak harapan akan hidupnya, dan dia terus berusaha untuk mewujudkannya. Segalanya ia kerjakan dengan sangat sempurna. Namun pada akhirnya dia menemukan dirinya dalam keadaan yang jauh dari harapannya. Semuanya sungguh diluar perkiraannya. Semula dia beranggapan bahwa kalau dia workaholic maka dia akan sungguh mendapatkan kepuasaan materi dan imateri. Ternyata semuanya tidak terjadi, justru kesedihan dan ketakutan yang dialami.
Saat itu dia hanya bertanya dan bertanya, apa yang harus aku lakukan? Namun dia tak kunjung mendapat jawabannya. Dia berusaha untuk memperbaiki segala kesalahan yang pernah diperbuatnya namun dia malah bertemu dengan segudang masalah yang lebih berat dari sebelumnya. Akhirnya dia pun jatuh sakit.....dan dalam keadaannya yang sudah lemas, dia pun mengalami sejumlah jawaban atas pertanyaannya dalam kehidupan yang telah dilaluinya...
AIR....hanya itulah jawaban untuk segala pertanyaannya. Diri ini segera bertanya buru-buru, ”AIR ? ada apa dengan air ?” Dia pun kembali meneruskan ceritanya seolah-olah dia mengerti pertanyaan tersebut akan diutarakan kepadanya. Air selalu bergerak dari tempat tinggi ke rendah yang berarti segala kehidupan ini sudah ada tujuannya, dan tidak mungkin kita dapat mengulang segala kejadian dalam hidup ini, terimalah hal itu sebagai bagian dari proses kesuksesan. Air selalu berbentuk seperti wadahnya dan dia tetap memiliki volum yang sama meski wadahnya berbeda dan hal itu berarti hiduplah fleksibel dalam segala hal, terlalu keras dalam menghadapi hidup ini sama saja kita membunuh diri ini secara perlahan. Memiliki volum yang sama walaupun berbeda bentuk, itu berarti selalu dapat menyesuaikan diri dimanapun berada namun tetap memiliki identitas atau prinsip yang selalu dipegangnya. Jadi ikutlah selalu kemana air akan mengalir, tetaplah berusaha mengalir dan berharapan karena suatu saat kita akan mencapai tujuan hidup yang sebenarnya.

Cobalah para pembaca budiman untuk mengamati dan merenungkan filosofi air dalam kehidupan sehari-hari. Niscaya dapat membuat hidup kita lebih bergairah kembali
Salam hangat

1 comments:

Siany Lee said...

Penulis yang budiman, Sangat menarik tulisan Anda ini he he he,,, kalau boleh,saya ingin membagikan sedikit renungan pribadi saya ttg air...Menjadi air, terus mengalir melanjutkan hidup dan karya kita...memberikan apa yang kita bisa berikan, karena kita hidup bukan untuk meminta dan mengharapkan apa yang bisa kita dapat di hidup ini,tetapi pada akhirnya, apa yg bisa kita berikan dan karyakan. Ketika menjadi air,kita tidak lagi dengan keegoisan kita yang bagai batu dan menghalangi laju, maju kita mengarungi hidup. Ketika menjadi air,kita mengalir dalam kedamaian, melalui segala rintangan dan bentuk.memberikan kesejukan,menjadi pelepas dahaga bagi mahluk2 yang kehausan, membasahi ladang yang kekeringan, menjadi media untuk transportasi(kapal getu loh)mungkin,menjadi air tak hanya sedekar mengalir ke tujuan akhir...karena pada akhirnya kita akan kembali pada-Nya..
So...
What is the most important thing in our life?

^^ Terima kasih ^^