Friday, 6 March 2009

Kesehatan NO 1

Lalu lalang
Ketakutan, kebingungan, kegelisahan, kesedihan menjadi satu
Hanya pasrah yang menemani
Itulah saat kesehatan dianak tirikan.

Suasana ramai sudah tercipta dalam layar pandangan mata ini. Itulah keadaan dirumah sakit, pukul 8 pagi. Saat itu saya berada dirumah sakit bukan untuk berobat ataupun untuk menengok seorang rekan, namun saya mengantarkan senior saya untuk berobat. Entah ada apa, dia tiba-tiba merasa down sekali sejak awal hadir di kantor. Sebenarnya senior saya, sudah 2 hari yang lalu sebelum ke rumah sakit, merasa down dan tidak bisa makan. Namun karena cinta dengan pekerjaannya, hal itu bukan menjadi suatu hal yang mengganggu. Dan hal yang mengganggu itu mengalami puncaknya pada pagi itu. Saya senang-senang saja untuk mengantar senior saya ke rumah sakit, daripada duduk diam didepan komputer lebih baik berjalan-jalan di rumah sakit.
Ternyata setelah saya pulang kembali kekantor, rekan-rekan sekantor sedang membicarakan tentang senior saya, dari pola kerja sampai pola makan pun dibicarakan secara mendetail. Saya yang masih junior pun hanya tertegun dan bertanya “Kog ada ya orang semacam dia (senior saya yang masuk rumah sakit) ?” karena terlalu kaget dengan pola hidupnya terutama dari sisi pola makan. Kenapa saya kaget ? karena senior saya sering menyimpan makanan dalam jangka waktu yang cukup lama dan parahnya makanan itu tidak tahan lama. Sebut saja nasi,

Nasi sisa hari ini, dimasukkan ke lemari es oleh senior saya, dan dikonsumsi lagi pada esoknya harinya dengan dipanaskan terlebih dahulu di microwave. Jika tidak habis maka akan disimpan lagi dilemari es dan akan dipanaskan kembali pada esok harinya begitu seterusnya. Sungguh mengagetkan bukan ? Saya tidak ingin membicarakan lebih lanjut karena itu semua tidak ada bukti autentiknya, siapa tahu cerita yang saya dengar telah berubah dari bentuk aslinya atau memang masih original.
Kesehatan bisa dibilang adalah kendaraan untuk menjemput dan menikmati rejeki. Tanpanya kita hanyalah seorang yang tak berdaya. Apalah artinya jika seorang yang kaya secara materi namun dia hanya terbaring lemah di kamar rumah sakit. Menurut hemat saya, berapa pun materi yang kita miliki rasa-rasanya tidak dapat membayar harga dari kesehatan karena harga dari sebuah kesehatan sangat mahal sekali. Jikalau kesehatan adalah kendaraan untuk menjemput dan menikmati rejeki sudah sewajarnya kita mau merawatnya dan menghargainya. Merawat dengan memberikan makanan yang bergizi dan tidak asal-asalan, olahraga secara teratur, minum air sebanyak 8 gelas perhari. Menghargainya dengan memberikan waktu untuk istirahat yang cukup, hiburan yang menyenangkan.
Nah, apapun pilihan Anda terhadap tubuh yang Anda miliki, Anda harus siap dengan konsekuensinya masing-masing. Sebuah perahu akan membutuhkan sebuah keseimbangan ketika mengarungi laut namun bukan berarti keseimbangan itu terbentuk dari sisi kanan dan kiri namun sisi depan, belakang dan tengah dari perahu. Begitu pula dengan kehidupan kita, janganlah lupakan bahwa bagian tengah dalam kehidupan kita terletak pada kesehatan.

Salam hangat

1 comments:

CC said...

(woot) ... makanan disimpen berhari" dalam lemari es?? Itu saking eman-nya atau saking pelit-nya?? Hmmm..
Mestinya hidup tu seimbang saja..
Jika tau nda bakal habis ya ambil secukupnya..
makanya doa Bapa kami kan,
".. secukupnya.." bukan berlebih kan..